BUDIDAYA BELUT


Gbr Belut

Jenis ikan ini memiliki keunikan tersendiri dibanding ikan air tawar lainnya. Dengan bentuk tubuh yang bulat,panjang dan licin, belut bagi sebagian orang merupakan ikan aneh bahkan menjijikkan. Hasil penelitian para ahli menyatakan bahwa kandungan protein belut adalah yang terbaik dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Bahkan minyak belut juga dipercaya dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit, dan bagi sekelompok kaum adam (lelaki), minyak belut dipercaya untuk meningkatkan aktifitas seksual. Cara budidaya belut memiliki keunikan tersendiri, dimana untuk mengadopsi lingkngan hidup ikan ini di alam,peternak belut biasanya mempersiapkan ‘cadangan makan’ belut dari pemasukan benih pertama sekali sampai dengan panen. Metode ini sudah banyak dilakukan dan dikembangkan oleh pebelut di Indonesia. Keuntungan dan kerugian dari pola ini jelas ada, namun yang jelas, sampai dengan saat ini umumnya masih diterapkan oleh pebelut di Indonesia.
Beberapa pengalaman yang diperoleh dari pebelut, menyatakan bahwa kesulitan yang sering dialami pada proses pemeliharaan belut ini adalah periode persiapan makanan belut, serta pengaturan air pada masa pemeliharaan/pembesaran.

PERIODE PERSIAPAN KOLAM DAN PAKAN

Pakan belut dipersiapkan dengan pembusukan jerami, cacahan batang pisang, pupuk kandang, serta pemberian cacing tanah. Dengan pola penimbunan berlapis2, timbunan ini kemudian dibusukkan dengan cara direndam dalam air kolam tempat media pembesaran belut. Lamanya pembusukan berkisar 6-7 minggu. Selama periode pembusukan, petani belut sering melakukan pengeluaran gas dari timbunan ‘pakan’ tadi dengan tujuan untuk mempercepat pembusukan. Beberapa cara dilakukan untuk mempercepat pengeluaran gas ini, antara lain: cara menusuk2 lapisan ini, sehingga keluar gelembung gas ke permukaan air kolam, atau memberikan pipa pvc (ukuran 1” s/d- 2” ) sebagai corong yang ditusukkan sampai dasar kolam untuk mengeluarkan gas. Pembusukan harus benar2 selesai baru bibit boleh dimasukkan ke dalam kolam, jika tidak, maka bibit belut yang dimasukkan akan mati lemas atau kepanasan yang disebabkan oleh meningkatnya temperatur pada lapisan pakan tadi akibat pembusukan. Salah satu metode untuk mengetahui bahwa pembusukan sudah terjadi dan selesai adalah dengan memasukkan kecebong/ikan kecil (gobi) ke dalam kolam. Jika kecebong dan gobi sudah hidup, bahkan jika ada jentik2 nyamuk, artinya kolam belut sudah siap untuk dioperasikan.

PERIODE PEMBESARAN

Pada periode ini, hal yang sangat perlu mendapat perhatian adalah sirkulasi air dan penambahan pakan pendamping. Sirkulasi air sangat mutlak diperhatikan, apalagi pada musim kemarau yang menyebabkan belut pada umumnya akan naik kepermukaan air kolam, sehubungan kondisi suhu dasar air kolam meningkat. Pada periode ini, belut akan memproduksi lendir yang sangat banyak untuk mengimbangi peningkatan suhu . Produksi lendir ini semakin lama akan membahayakan belut, karena berubah menjadi senyawa ‘racun’ bagi belut. Beberapa pebelut dengan bahasa pasaran mengatakan akan menyebabkan belut kesulitan bernafas dan berjamur. Untuk mengatasi ini, diperlukan pengaliran air bersih kedalam kolam. Perlu dipersiapkan lubang kecil didasar kolam yang berfungsi untuk pengeluaran air kotor. Dalam pemeliharaan,perlu diperhatikan bahwa, pemasukan bibit belut diwajibkan 1x masuk, atau paling lama intervalnya 1 minggu, untuk menghindari munculnya sifat kanibal dari ikan ini.

Beberapa info tambahan dalam pemeliharaan belut dapat diunduh dibawah ini. File2 ini saya susun dan kumpulkan dari berbagai site yang bisa sebagai tambahan pengetahuan.

http://www.ziddu.com/download/6742975/BudidayaBelut1.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/6742977/BudidayaBelut2.pdf.html


22 Tanggapan to “BUDIDAYA BELUT”

  1. kaneadventure Says:

    Nice info bos.
    itu kalo pembiakannya di taruh di tong kira2 bisa nggak ya?
    kita bertukar link ya?
    ditunggu kunjungan balasannya..
    thx

    • * kaneadventure : Tks atas kunjungannya pak. Boleh pak, selama ini juga saya sudah coba di tong, cuma kekurangannya adalah masalah kapasitas, terbatas dan proses pertukaran airnya harus lebih seringg. Tukar link? pasti donk pak, ini saya buatkan link bapak di blog saya..

  2. Saya sangat tertarik pak,dalam waktu dkt saya akan coba tekniknya

  3. nanya mas . . . kalau jenis tumbuhan atau tanaman yang dapat jadi makanan belut ada ngga ya , kalo ada apa saja ?.Kita didaerah Binuang KalSel ,banyak belut tapi mau nyoba membudidayakakan juga.

    • terimakasih atas kunjungannya pak. untuk makanan belut, berdasarkan pengalaman saya dan rekan2 lainnya, umumnya semua tumbuhan atau tanaman pak, yang penting dalam kondisi lunak/busuk sehingga belut dapat memakannya, seperti ubi,talas,sekam padi,kangkung dll. Bahkan dengan memelihara ikan2 kecil,katak,bahkan cacing diawal persiapan pakan juga dapat sebagai alternatif pakan belut. yang jadi permasalahan pada umumnya adalah periode pembuatan pakan yang layak konsumsi bagi belut sangat lama…perlu aplikasi lainnya untuk mempercepat pembusukan agar layak dikonsumsi oleh belut. Tks.

  4. ini dia yang aq ternak😀

  5. Mw tanya,lebih untung mana budidaya belut ato cacing?Thanks

    • Kalau saya ditanya, ya untung 2-2 nya pak, bisa menghemat biaya pakan dengan pelihara cacing, serta panen belut yang sangat memuaskan. Dengan pertimbangan biaya, sebaiknya pelihara cacing dulu, baru dilanjutkan dengan pelihara belutnya. Semoga berhasil pak. Salam

  6. saya ingin tanya, tentang permasalahan belut
    saya peternak belut dalam skala kecil , sy mempunyai kolam 2 x 1 meter
    masalah yang dihadapi adalah adanya gelembung udara yg keluar dari dalam lumpur yg mematikan bibit belut,
    saya ingin tahu cara pemecahannya
    terima kasih

    • Mengenai gelembung udara dari lumpur, itu merupakan gas pak. sebaiknya dikeluarkan dulu dengan menusuk-nusuk lumpurnya/merojok dengan bambu atau tongkat. Dapat juga dilakukan dengan menusuk pipa pvc ke dalam lumpur untuk mengeluarkan gas tersebut. Untuk memastikan bahwa gas tidak ada lagi pada lumpur, boleh dicobakan dengan melepas ikan-ikan kecil,jika sudah bisa hidup,maka belut dipastikan akan bisa hidup dilumpur tersebut. Terimaksih.

  7. HARY WIJAYA Says:

    kepada bapak dwiparna,

    saya ingin informasi mengenai habitat cacing tanah makanan belut,trus bagaimana cara saya mendapatkan gantinya tai kayu/ampas gergaji kayu.

    • Bisa digunakan kotoran hewan pak, namun dijemur dulu 1 minggu,agar gas amoniak nya bisa keluar. Atau bisa juga dengan cacahan batang pisang yang dibusukkan,dicampur pupuk kompos… yang pasti, beternak cacing tidak terlalu sukar pak…silahkan mencoba. salam.

  8. Pg pak, ada yang mau sy tanyakan ?
    Apakah sampai saat ini bapak sendiri masih beternak belut ini ? Kalau ya apakah boleh sy minta alamat bapak, karena sy ingin mengetahui seluk beluknya di lapangan.
    Thanks

  9. James Hattu Says:

    Yth. Bpk. Dwi,
    Saya bermukim didaerah Ciawi, Bogor Jawa Barat.
    Sebagai pemula dalam usaha budidaya belut, kendala utama saya saat ini adalah mendapatkan bibit belut untuk keperluan pembiakan dan pembesaran. Mohon dapat informasikan dimana saya bisa mendapatkannya dan perkiraan harga saat ini. Terima kasih !

  10. pagi pak….
    saya mau tanya, (1.) belut usia 2 ato 3 bulan dgn panjang 12-16cm tidak makan jentik nyamuk ya? (2.) knp cacing lumbricious (cacing tanah warna merah) mati ya waktu saya masukkan kedalam tong? (3.) batang pisang memang tidak bisa hancur lebur ya? (4.) knp pelet ikan (ikan hias merk hokky) yang saya tabur tidak di makan ya?

    terima kasih pak

    • jawab:
      1). belut usia 2-3 bulan konsumsi pakannya sudah berbeda, bukan jentik nyamuk lagi pak, pakannya lebih kasar seperti : cacing tanh, ikan kecil, katak,dll
      2).kemungkinan media nya masih panas atau kandungan oksigen dalam tong nya tidak mencukupi…coba diperiksa tingkat keasaman dari air dalam tong nya..
      3). batang pisang bisa ghancur,namun sangat lambat, diperlukan bahan penghancur lain seperti pupuk kandang ataupun pupuk cair untuk mempercepat pembusujkannya.
      4). kemungkinan masalah kebiasaan pakan yang diberikan,

      terimakasih kembali

  11. Terima kasih infonya.

  12. Nana Aprijatna Says:

    Sy senang skl bs dpt info dr bpk….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: